Pembulatan ke Atas
Akhir2 ini di tempat kerja, saya belajar tentang pricing, ngitung2 tarif property gitu. Nah salah satu hal yg saya ingat adalah "pembulatan ke atas". Kalo diingat2 ini pelajaran jaman SD, tp sekali mengingat saya jadi gak mau ingat lagi, keki kalo sama matematika.
Jadi, kalo kita mengoperasikan bilangan dan semisal jumlahnya adalah 99,999 bilangan tersebut bisa dibulatkan. Bulat membulatkan ini sendiri dibagi menjadi dua: pembulatan ke atas (100) dan pembulatan ke bawah (99).
Beranjak ke ALINEA 3 (ceile, vocabulary jaman SD), saya gak mau ngomong panjang lebar ttg metode bulat membulatkan itu karena memang bulat itu bulat, tidak panjang dan tidak lebar. Sekarang mari kita bicara penerapannya pada TIPI INDONESIA.
APA HUBUNGANNYA??
Jadi begini ceritanya sodara, mari kita liat berita di tipi-tipi Indonesia. Singkirkan dulu masalah korupsi yg sudah basi tapi masih subur dipelihara itu. Pernahkah anda menyaksikan berita ttg bencana?? Entah bencana alam, atau bencana non-alam (:-p) seperti misalnya kebakaran di pemukiman padat penduduk?
Satu kalimat yg sering saya dengar dan sepertinya sudah jadi template untuk menutup berita ttg bencana adalah: "Sampai saat ini pemerintah belum menyalurkan bantuan."
Naaahhhh, jadi disinilah TKP kita menerapkan metode bulat membulatkan itu. Kita, pada umumnya, saat mendengarkan kalimat tersebut lantas membulatkan ke atas (red: kepada pemerintah) yang mana pembulatan itu lebih sering secara negatif. Menganggap pemerintah tak cekatan, tak peduli dan tak becus mengemban tugasnya.
Naaahhhh lagi, bagaimana kalo sekarang kita coba bulatkan ke bawah (red: kepada rakyat). Seperti apa hasilnya?? Kalo saya yg membulatkan ke bawah kok hasilnya jadi begini ya sodara: kalimat itu secara tidak langsung mengarahkan (atau justru malah menunjukkan?) rakyat Indonesia untuk menjadi manja, terlalu bergantung pada pemerintah.
It's true that pemerintah wajib membantu dan bertanggungjawab atas nasib kesejahteraan rakyatnya. And it's goddam true kalo pemerintah Indonesia belum ahli melaksanakan kewajiban ini. Tapi, mbokyao jangan terus2an membulatkan ke atas seperti itu, kalo dibiarkan lama2 kita benar2 bisa jadi manja & terlalu bergantung pada pemerintah. Semakin lama semakin rancu, ini rakyat Indonesia ngomong gitu krn emang perlu dibantu atau karena mereka MALAS BERUSAHA DAN CARI GAMPANGNYA SAJA.
Sekian. Semoga bermanfaat.
Ekonomi Purwodadi - Solo
Ini jaman sudah tua,
Moral manusia makin keriput saja,
Ibu berdiri sibuk tenangkan tangis anak,
Pria kekar duduk diam tak beranjak..
Miyabi
Bulat manis montok,
Satu mata mengerling
Kadang hijau, kadang oranye
Lidahnya slalu menjulur sexy
Pemuas nafsu abadi,
Nafsu rindu kehangatan di malam hari
Nafsu mencumbu perut di siang hari
Nafsu berbuat onar bersama kawan Rompank
Miyabi, mari tancapkan, Miyabi!
Sampai klimaks dicapainya
Dan kita reguk nikmatnya
Dedicated for:
Magic com Miyako-ku, terimakasih sudah menemani dalam kaya dan miskinku.
Subscribe to:
Comments (Atom)