SiKonTol PanJang & Inosensi Manusia


Innocency sudah mati! Aku sudah tak percaya ada ketulusan lagi di hati manusia. Pastinya mereka juga sudah teracuni dengan -maaf, meminjam kosakata ibuku- SIKONTOL PANJANG.


Jangan ngeres! Itu kependekan SITUASI KONDISI TOLERANSI PANDANGAN JANGKAUAN.


Adakah seseorang benar-benar tulus? Adakah ia tak melihat SIKONTOL PANJANG?


Aku tak berpikir lagi innosensi itu ada. Bisa saja seseorang teracun SIKONTOL PANJANG. Situasi dan kondisi memungkinkan -atau yg lebih mengerikan adalah menguntungkan-, toleransi bisa diatur tergantung kepentingan, pandangan jelas terbatas tak perlu diperluas dan sikontolpan itu berada dalam jangkauan. Siapa yang tak berani ambil resiko kalo semua sudah jelas terpampang dan tinggal direngkuh!


Prinsip hidupku, ikuti hatimu jangan mengikuti kesempatan. Ahhh, aku sangat benci manusia munafik, tapi ada kalanya aku juga melanggar prinsip ini, DENGAN CARA YANG BERBEDA!


Mungkin ada orang yang mengikuti kesempatan karena kesempatan itu ada. Yang aku lakukan ini berbeda! Aku selalu percaya kalau hidup adalah never-ending gambling. Aku melempar dadu. Kau tahu, judi buatku tidak mengambil kesempatan, tapi membuat kesempatan.


Disini tidak ada inosensi, semua random, aku memercik api situasi kondisi toleransi. Dalam perjudian ini, pandangan kabur, jangkauan pun sama sekali tak terlihat. Benar-benar perjudian yang sempurna!


Kalau putaran kartu tak sempurna, bisa saja terjatuh, ahhhhh, bukankah terjatuh hal yang biasa?


Aku tak mau lagi berpikir inosensi itu ada, aku tak mau tertipu suasana, aku akan dipastikan terjatuh, tapi aku akan melempar lagi daduku.. lagi.. lagi.. lagi!

Pisau

Kau pisau

Sesisi menyayat tajam
Kerumunan silau
Sisakan juling,
telanjangi sesisi tumpulmu
Kau tahu?
Juling melihat dalam arah yang berbeda