Tentang Pulang ke Rumah dan Telanjang

Pulang ke rumah,
Kuseka wajah dari polesan 
Dan kotor debu dunia fana
Kubuka lemari, kupilih topeng apa yang harus kukenakan
Esok, ketika tuntutan peran panggung datang lagi

Bolehkah aku telanjang saja?
Tapi aku takut,
Kalian akan berbeda pandang
Karena citra dari kostum yang kukenakan
Poles wajah untuk menutup senyum yang tak lagi mengembang
Mata yang selalu sembab dengan lingkaran hitam
Cerminan lelah yang mengkonsumsi seribu malam
Keriput tanda penghabisan waktu yang sia sia

Akankah kalian tetap mencintaiku dalam telanjangku?
Apa aku harus melacur, agar kalian menghargaiku dalam telanjangku?
Pelacur yang citra pakaian dan polesan indahnya tak di pedulikan ketika sudah ditanggalkan?
Tapi taukah kau tentang pelacur?
Buka pakaian, mendesah basah, dan semua hanya berakhir sebagai bisnis selangkangan
Bisnis lendir yang katanya surga dunia
Di penghujung hari, dengan raga yang koyak, dunia pun tetap meninggalkannya

26 February 2018; 9:13 AM