Mental illnes itu benar benar ada.
Terjelaskan secara ilmiah.
Dan kalau kalian lihat lebih jauh menerawang, ia ada di sekitar kalian.
Orang bisa tertawa tapi kalian tak pernah tau apa yang ada di pikiran mereka.
Battle apa yg ada di pikiran mereka.
Pertanyaan tentang apa yg akan kamu pilih untuk hari ini, satu hari ini saja, bukan sekedar mau pake baju apa, mau makan apa.
Sebuah pertanyaan yang simple tapi sangat berat dan kompleks, apakah kamu mau melanjutkan hari ini.
Stop mengatakan orang baper.
Stop mengatakan orang lebay.
Stop mengatakan orang galau.
Stop menjudge orang sebagai drama queen.
Stop menjudge orang kurang sabar tawakal.
Stop mengira jika orang tertawa dia tak punya beban.
Stop mengira jika orang mengisolasi diri ia egois.
Stop menganggap orang dengan dua sisi adalah hipokrit.
Permasalan mental, bukan tentang agamamu apa, seberapa sering kamu beribadah.
Permasalah mental, tidak bisa diselesaikan dengan hanya sekedar agama.
People with mental illness, kalian tau battle mereka ada dimana?
Diantara kuping kanan dan kiri.
Sebuah area gelap yang tak mudah kalian jamah.
Ketika orang itu sudah tak ada.
Kamu akan menyesal karena tak menyadari, ada orang- orang yang craving for help.
Dan kamu tak punya hak untuk menjudge orang itu bodoh, putus asa, kurang iman.
Kalian tidak akan pernah mengerti apa yg ada di pikiran people with mental illness.
Sebuah kompleksitas yg tak bisa terselesaikan dg kalimat "You're gonna be alright".
Mungkin you're gonna be alright today, but we never know what tomorrow would bring.
Kalian harus tau ini benar antara hidup dan mati.
Kalian harus tau, kalian tak berhak meminta dia tetap hidup.
Kalian harus bisa menerima jika suatu saat, sebuah janji untuk mati akan digenapi.
Tidak ada artinya kalian katakan, mengakhiri hidup akan membawamu ke neraka.
Kalian harus tau, tanpa mati pun, mereka telah menghuni neraka.
Semua manusia tujuannya sama, jalannya saja yang berbeda.
Yogyakarta; 28 May 2018; 00:54 AM